Perjalanan kami ke Singapura terpaksa harus ditunda.
Beberapa hal menjadi penyebabnya, salah satunya adalah proses pengurusan paspor yang ternyata merambat ke urusan-urusan sipil seperti KK dan KTP.
Faktor lain adalah, Bunay ngga jadi menang di turnamen Animal Kaiser-nya :D
Petualangan dimulai
Kami sekeluarga berangkat ke Jakarta sejak kamis malam, demi mendapat tiket pesawat yang tidak mencekik, dan istirahat cukup sebelum acara. Plus, Ibu dan adik-adik memang bertujuan liburan dan berbelanja di Jakarta.
Perjalanan lancar-lancar saja. Kami dijemput oleh sahabat Ayah-Ibu di bandara. Walaupun sebenarnya beliau memperkirakan kami akan menginap di rumahnya selama berada di Jakarta, kami harus mengecewakan beliau karena dari awal memang sudah berniat menginap di Kramat.
Jumat, 28
Hari itu kami habiskan untuk mengunjungi Atrium Plaza, Pasar Senen, dan PRJ. Tidak sempat berlatih untuk turnamen, hanya menghabiskan waktu untuk wisata belanja dan kuliner.
Sabtu, 29
Sambil memaksakan diri, saya dan Bunay berkunjung ke Plaza Indonesia untuk mengisi waktu menunggu bundanya dan yang lain belanja lagi ke Tanah Abang dan Pasar Senen. Di Amazing Town PI, sempat bermain beberapa kali, kami mendapat 2 silver dan 1 bronze.
Dari PI kami langsung kembali ke Kramat, mampir ke 7Eleven Raden Saleh. Sampai di Kramat, sudah ditunggu oleh Ibu dan adik-adik. Malamnya, kami berpencar, Ibu dan adik-adik ke Grand Indonesia, saya ke Karawaci untuk ber-TCG ria :p
THE DAY
Akhirnya hari minggu tiba. Terlanjur santai karena sebelumnya membaca selebaran di Amazone bahwa babak Grand Final dimuali jam 14.00, kami harus buru-buru mandi dan berangkat menuju JCC, karena lomba ternyata dimulai dari jam 10.00. Karena hampir saja terkena diskualifikasi, Bunay akhirnya disisipkan ke grup ke-2 oleh panitia, bersama 16 wakil lainnya.
Dikarenakan kurang antisipasi bahwa lawan-lawan Bunay banyak yang menggunakan Brutus, saya mendaftarkan kartu standar yang tidak berfokus pada siapa lawan.
Grup 1 ternyata dipenuhi oleh Brutus. Hampir separuh dari peserta di grup 1 menggunakan Brutus. Di grup 2, lebih beragam penggunaannya, walaupun masih ada beberapa peserta yang juga menggunakan Brutus.
Dari 32 peserta, hanya Bunay yang menggunakan kartu dari Evo 3. Kebanyakan menggunakan kartu animal dari Evo 5 dan 6.
Bunay lolos hingga babak 8 besar. Lebih tepatnya babak 4 besar grup 2, karena dari grup 1 sudah didapatkan juara dan runner-up-nya. Sayangnya, di babak 8 besar akhirnya bertemu juga dengan Brutus. Setelah 2 babak menang telak 2-0, di babak 3 ini Bunay harus kalah di set pertama. Walaupun bisa membalas di set kedua, akhirnya di set ketiga harus bertarung hingga masing-masing animal tersisa 1 serangan. Bunay sebenarnya sudah beberapa kali berhasil menyerang, tapi sayangnya kebetulan Brutus dilengkapi dengan Tech Guard, dimana Bunay berhasil memenangkan turnamen di Surabaya dengan berbekal Power Guard (anti-Brutus).
Setelah beberapa serangan Bunay berhasil di-blok, akhirnya si Brutus berhasil mengerahkan serangan penghabisan yang memupuskan keinginan Bunay ke Singapura.
Sedih melihat Bunay yang terus memperhatikan piala yang disediakan, secepatnya kami mengajak Bunay ke booth LEGO. Ada penyesalan karena salah memilih kartu, tapi saya belajar untuk merelakannya. Masih beberapa kali terbayang ketika raut sedihnya tampak di tepi panggung..
At least..Bunay masih bisa bercerita jika dia menang 2x dan kalah 1x..
Tampilkan postingan dengan label NTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTS. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Juli 2013
Kamis, 06 Juni 2013
Juara 1 Turnamen Animal Kaiser
Hari ini alhamdulillah banyak kebagian rahmat berupa nikmat dari Allah SWT.
Berangkat dari rumah menuju BG Junction, saya beserta istri dan anak saya, mampir terlebih dahulu ke Tunjungan Plaza. Sekedar memenuhi janji dengan seorang pelanggan, menukar koleksi kartu dengan Master Dianco, dan menyempatkan sarapan nelat (nyampe TP jam 11 lebih) di warung bambu di gang sebelah TP.
Sempat makan terburu-buru karena tidak enak bikin Master Dianco menunggu tukar kartu Wang Yi SR dengan Dong Zhuo SR yang dititipin Master Wong dari semarang sejak beberapa minggu yang lalu, semua rencana di TP bisa diselesaikan sebelum jam 12.30. Wang Yi sudah ditukar Dong Zhuo, starter kartu TCG WEI sudah tersalurkan kepada Mike anak Malang (bukan anak malang ya...tapi anak dari Malang), sempat main Sango Arcade sekali melawan Master Dianco (hampir aja menang :P), dan dapet 140 tiket Amazone dari mesin bola dengan sekali gesek.
Jam 12.31 sampai di parkiran BG Junction, karena jalanan dari TP ke BG Junction dekat dan alhamdulillah tidak macet. Setelah parkir, langsung mencari meja informasi untuk menanyakan lokasi Mr. Token di BG Junction. Maklum, baru kedua kali ini ke BG Junction. Yang pertama waktu iseng jalan-jalan ingin tahu BG Junction saat ulang tahun pertama pernikahan kami, saya dan istri saya tentunya. Sesampainya di lokasi lomba harapannya lomba segera dimulai agar bisa cepat selesai dan cepat pulang. Ternyata masih diawali dengan pertunjukan sulap dan babak penyisihan tambahan. Sambil menunggu acara dimulai, kami bertemu dengan salah satu peserta yang sempat bertemu di babak penyisihan Cito. Sayangnya sampai tadi selesai acara, saya lupa menanyakan nama dan kontaknya :D Semoga diberi kesempatan bertemu lagi.
Akhirnya lomba dimulai. Babak penyisihan tambahan sudah menghasilkan beberapa pemenang yang lolos ke babak akhir.
Lawan pertama, lawan tertangguh.
Ninja Trained Siegfried BUNAY melawan Zangetsu lawan.
Wah..pertemuan antara murid dan guru. Di babak pertama, NTS berhasil mengalahkan Zangetsu. Beberapa kali Tech Guard dan Mikiri berhasil menjaga life gauge NTS. Di sisi lain, Mikiri Zangetsu tidak berhasil ter-trigger. 1-0.
Babak kedua, Zangetsu berhasil mengalahkan NTS. Sering diserang dengan serangan non-Tech, mengurangi keefektifan Miracle Card. NTS kalah dengan telak setelah Zangetsu berhasil melancarkan beberapa non-Tech Attack dan Miracle Attack. 1-1.
Babak ketiga, pertarungan seru terjadi. Setelah beberapa kali saling serang, masing-masing life gauge dari NTS dan Zangetsu sama-sama mendekati 0. Ketika serangan Zangetsu dilancarkan di saat life gauge NTS sudah hampir 0, kami sudah pasrah untuk gulung tikar. Tapi ternyata Guard Focus berhasil ter-trigger. Dan dengan life gauge yang segaris..NTS berhasil melancarkan Guts Attack yang merupakan serangan terkuat NTS. 2-1, lolos ke fase berikutnya.
Lawan kedua, cukup mudah.
NTS harus melawan Hyena. Tidak terlalu mengkhawatirkan untungnya. Hanya berbekal Ice Meteor, NTS berhasi mengalahkan Hyena dengan skor telak 2-0.
Lawan terakhir, penentuan juara 1 dan 2.
NTS melawan Master Leo. SERU!!! Karena masing-masing sudah mengenal musuh, akhirnya sama-sama berbekal anti-attacknya. NTS menggunakan P-Guard, Master Leo menggunakan G-Guard. Mikiri dan P-Guard beberapa kali menyelamatkan NTS dari serangan Master Leo.
Setelah berbagi skor 1-1, babak terakhir sangat seru. G-Guard dan P-Guard saling bergantian menyelamatkan masing-masing tuannya. Dan akhirnya sebuah serangan membedakan juara 1 dan 2 dengan life gauge yang tidak sampai 25%. NTS Juaranya!!!!
Trofi pertama untuk BUNAY, dan Champion Gift yang menggiurkan berhasil kita raih. "LION" Gold Champion Card. Gold Champion Box. Tidak lupa, tiket untuk mengikuti babak Grand Final di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2013.
BANZAI!!!
Berangkat dari rumah menuju BG Junction, saya beserta istri dan anak saya, mampir terlebih dahulu ke Tunjungan Plaza. Sekedar memenuhi janji dengan seorang pelanggan, menukar koleksi kartu dengan Master Dianco, dan menyempatkan sarapan nelat (nyampe TP jam 11 lebih) di warung bambu di gang sebelah TP.
Sempat makan terburu-buru karena tidak enak bikin Master Dianco menunggu tukar kartu Wang Yi SR dengan Dong Zhuo SR yang dititipin Master Wong dari semarang sejak beberapa minggu yang lalu, semua rencana di TP bisa diselesaikan sebelum jam 12.30. Wang Yi sudah ditukar Dong Zhuo, starter kartu TCG WEI sudah tersalurkan kepada Mike anak Malang (bukan anak malang ya...tapi anak dari Malang), sempat main Sango Arcade sekali melawan Master Dianco (hampir aja menang :P), dan dapet 140 tiket Amazone dari mesin bola dengan sekali gesek.
Jam 12.31 sampai di parkiran BG Junction, karena jalanan dari TP ke BG Junction dekat dan alhamdulillah tidak macet. Setelah parkir, langsung mencari meja informasi untuk menanyakan lokasi Mr. Token di BG Junction. Maklum, baru kedua kali ini ke BG Junction. Yang pertama waktu iseng jalan-jalan ingin tahu BG Junction saat ulang tahun pertama pernikahan kami, saya dan istri saya tentunya. Sesampainya di lokasi lomba harapannya lomba segera dimulai agar bisa cepat selesai dan cepat pulang. Ternyata masih diawali dengan pertunjukan sulap dan babak penyisihan tambahan. Sambil menunggu acara dimulai, kami bertemu dengan salah satu peserta yang sempat bertemu di babak penyisihan Cito. Sayangnya sampai tadi selesai acara, saya lupa menanyakan nama dan kontaknya :D Semoga diberi kesempatan bertemu lagi.
Akhirnya lomba dimulai. Babak penyisihan tambahan sudah menghasilkan beberapa pemenang yang lolos ke babak akhir.
Lawan pertama, lawan tertangguh.
Ninja Trained Siegfried BUNAY melawan Zangetsu lawan.
Wah..pertemuan antara murid dan guru. Di babak pertama, NTS berhasil mengalahkan Zangetsu. Beberapa kali Tech Guard dan Mikiri berhasil menjaga life gauge NTS. Di sisi lain, Mikiri Zangetsu tidak berhasil ter-trigger. 1-0.
Babak kedua, Zangetsu berhasil mengalahkan NTS. Sering diserang dengan serangan non-Tech, mengurangi keefektifan Miracle Card. NTS kalah dengan telak setelah Zangetsu berhasil melancarkan beberapa non-Tech Attack dan Miracle Attack. 1-1.
Babak ketiga, pertarungan seru terjadi. Setelah beberapa kali saling serang, masing-masing life gauge dari NTS dan Zangetsu sama-sama mendekati 0. Ketika serangan Zangetsu dilancarkan di saat life gauge NTS sudah hampir 0, kami sudah pasrah untuk gulung tikar. Tapi ternyata Guard Focus berhasil ter-trigger. Dan dengan life gauge yang segaris..NTS berhasil melancarkan Guts Attack yang merupakan serangan terkuat NTS. 2-1, lolos ke fase berikutnya.
Lawan kedua, cukup mudah.
NTS harus melawan Hyena. Tidak terlalu mengkhawatirkan untungnya. Hanya berbekal Ice Meteor, NTS berhasi mengalahkan Hyena dengan skor telak 2-0.
Lawan terakhir, penentuan juara 1 dan 2.
NTS melawan Master Leo. SERU!!! Karena masing-masing sudah mengenal musuh, akhirnya sama-sama berbekal anti-attacknya. NTS menggunakan P-Guard, Master Leo menggunakan G-Guard. Mikiri dan P-Guard beberapa kali menyelamatkan NTS dari serangan Master Leo.
Setelah berbagi skor 1-1, babak terakhir sangat seru. G-Guard dan P-Guard saling bergantian menyelamatkan masing-masing tuannya. Dan akhirnya sebuah serangan membedakan juara 1 dan 2 dengan life gauge yang tidak sampai 25%. NTS Juaranya!!!!
Trofi pertama untuk BUNAY, dan Champion Gift yang menggiurkan berhasil kita raih. "LION" Gold Champion Card. Gold Champion Box. Tidak lupa, tiket untuk mengikuti babak Grand Final di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2013.
BANZAI!!!
Langganan:
Postingan (Atom)